Awal Yang Baru
Sekolah musik
Ahmad Dhani adalah sekolah musik terbaik Di Asia Tenggara, hanya orang-orang
yang genius dalam bidang musiklah yang
bisa bersekolah disana. Termasuk Grey, siswa yang sederhana. Begitu pula dengan
Alice, gadis kaya namun rendah hatinya. Terkecuali Nadine dan Jacob siswa/i
genius namun sombong akan kekayaannya.
Disekolah, saat menjelang bel masuk sekolah. Nadine dan Jacob
sedang nongkrong dikelas. Tiba-tiba Grey masuk kelas tanpa memberi hormat
sehingga membuat mereka marah.
Jacob, : “ Woy
lo, asal main lewat aja. Sini lo!” (sambil menarik kerah Grey)
Nadine, : “ lo tau
salah lo apa? Belagu banget sih lo!”
Grey, : “Iya,
maaf” (sambil menunduk)
Nadine, : “ Jacob, kasih pelajaran sebagai tanda
pertemanan dengan anak cupu ini!”
Jacob, : “Rasain
nih!” (sambil menyiksa Grey dengan kejam)
Alice, : “Hey kalian berhenti! Nanti aku
aduin Bu Stewart loh!” (datang
menghampiri)
Nadine, : “Jacob, ayo cabut!” (pergi
meninggalkan Grey dan Alice)
Jacob, : “Ayo pergi, daripada berurusan
dengannya” (menyusul Nadine)
Tak lama Nadine dan Jacob pergi
meninggalkan kelas. Bel masuk berbunyi, pada akhirnya yang tersisa hanya Alice
dan Grey. Gurupun masuk dan sangat terkejut.
Bu Stewart, : “Haa.. my god, oh no. Kemane Nadine dan Jacob?
Alice dan Grey, :
“mereka bolos lagi bu”
Bu Stewart, :”Aih mak, mangkir gale terus. Nak
jadi cabe-cabe ape? Palak terus aku dibuatnye.
sudah..sudah. Biar kena Ibu
toyor mereka. Alice, Grey mainkan alat musik kau tu. Minggu depan, akan
diadakan tes masuk American Musical Collage School”
Alice dan
Grey, :”Ya Bu”
Alice dan Grey pun berlatih memainkan alat musiknya. Saat bel
sekolah berdentang. Anak-anak berhamburan keluar, kecuali Grey.
Bu Stewart, :”Hey, Grey.
Kemari dulu kau tu”
Grey, :”Ada apa
Bu?”
Bu Stewart, :”Cemmana
pulak kau ni? Uang SPP kau tunggak 3 bulan”
Grey, :”Hah?
Baik bu, akan segera saya lunasi (muka kaget)
Maaf
Bu, kenapa ibu dari tadi ngomong campur campur ya?”
Bu
Stewart, :”aaii.. kau tak tau ye. Ibu ni
keturunan medan, padang, jamo palembang. Sudah, cepat lagi sana kau bilang
bapak kau”
Sore hari,
disaat semua anak-anak pulang sekolah. Tetapi, Nadine yang terkenal anak paling
nakal disekolah belum pulang. Ia dihukum untuk memotong rumput depan sekolah.
Tetapi, Jacob tidak--setidaknya belum, karena ia berhasil kabur duluan.
Nadine, :”Sial, kenapa gua jadi beralih profesi
jadi tukang kebun gini sih (mendengus kesal) enak banget si Jacob gak kena.
Liat aja, habis lo sama gua!. Duh, capek banget, haus!” (melirik ke seorang
pria kumal membawa minuman, dan menduganya pedagang asongan)
Ayah
Gray, :”Permisi mbak, bisa saya masuk
dan memberikan makanan ini untuk anak saya Grey?”
Nadine, :”berapaan nih? Saya haus banget”
Ayah
Grey, :”maaf mbak, ini tidak dijual. Ini
untuk Gray, kasian dia pasti kelaparan karena berlatih musik sampai sore.
Lagipula, saya tidak mampu memberinya uang jajan.”
Nadine, :”emang gue pikirin. Oh ya, kau akan
menjualnya. Karena aku akan membelinya!” (merebut minuman dari tangan Ayah
Grey).
Tiba-tiba
terjadi sesuatu tak terduga, Ayah Gray meninggal. Nadine panik. Brey datang dan
sangatterkejut.
Grey, :”Ayah, kenapa? Nadine apa yangkamu
lakukan dengan Ayahku!” (marah kepada Nadine)
Nadine, :”Mana gue tahu. Aku bukan pembunuh”
balas Nadine ketus. (sambil menghentakkan tubuh Grey dan pergi)
Grey, :”Nadine!” (berteriak keras)
Nadine, jika ia
bisa marah dengan hebat, maka ia juga bisa menangis dengan hebat. Ia
menyuarakan kesedihan mendalam, tangisannya meledak dalam luapan emosi
memilukan, menurun menjadi suara gemetar penuh kesengsaraan dan meledak lagi
dalam emosi sedih.
Alice, :”Nadine, apa yang kamu lakukan
malam-malam disin? Kamu tidak pulang kerumah?”
Nadine, :”Rumah, tempat itu adalah tanah tandus,
tak ada tanda-tanda kehidupan, tanpa pergerakan, bagitu sepi dan dingin hingga
auranya-pun bahkan bukan kesedihan—sebuah tawa tanpa kegembiraan dan ditandai
oleh kemuraman mutlak”
Alice, :”Ada apa denganmu? Kehidupan
berkembang cepat didalam dirimu. Membuatmu lebih dewasa dari yang seharusnya”
Nadine, :”Aku sudah memiliki pelatihan itu dri
masa kecil untuk menuntunku”
Alice, :”hari-harimu semakin kelabu sehingga
kamu semakin nakal melampaui sifatmu”
Nadine, :”Hidup ini kejam. Menindas yang lemah,
menghormati yang kuat”
Alice, :”Kamu tidak boleh seperti itu,
memiliki sifat kejam khas seorang pengecut. Menangis dan meringis saat
menghadapi pukulan/ucapan marah seseorang dan membalas dendam pada
makhluk-makhluk yang lebih lemah darimu”
Nadine, :”Kau tidak mengerti apa-apa Alice! Kau
tidak merasakan hidup dalam kebencian dan dendam. Tapi aku, aku yang
merasakannya. Hari ini merupakan
pengulangan hari-hari sebelumnya, sangat buruk”
Alice, :”maaf, bisa kau ceritakan?”
Nadine, :”Dari sejak kecil, dunia telah kejam
kepadaku. Kau tahu rasanya dipukuli, dibenci, disiksa. Bahkan orangtuamu lebih
mementingkan dunianya daripada dirimu. Kamu diabaikan, selalu sendiri-dimanfaatkan,
dikucilkan. Tapi kau tak bisa melakukan apa-apa. Kamu terlalu lemah untuk itu.
Kau tak pernah bersentuhan dengan kebaikan selama masa kecilmu, kau adalah topeng
didepan teman-temanmu, menjadi bulan-bulanan. Kau bahkan harus terlihat pintar
oleh teman-temanmu agar kau diakui, dihargai oleh mereka.
Ketika semua berakhir, kau tak
punya pilihan. Bila hidupmu satu-satunya yang harus kau berikan untuk awal yang
baru, bagaimana mungkin kau tidak memberikannya?
,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Alice pun pergi menemui Grey,
namun saat diperjalanan ia bertemu Jacob.
Alice tidak tinggal diam dan segera mengajaknya berbicara
empat mata.
Alice, :”Jake, tunggu! Kenapa kau menghindariku.
Kau selalu saja melakukan hal-hal kejam kepada makhluk lemah”
Jacob, :”itu sesuatu yang harus kulakukan dan
bertekan akan kulakukan, dan tidak ada apapun yang mengalihkan perhatianku”
Alice, :”Tidak bisakah kau berteman denganku?
Jacob, :”Ya, aku akan menjadi pelayat utama
dikuburanmu sebagai tanda pertemanan
Alice, :” Kita akan menjadi teman lagi di
American Collage School! Kau harus menerima awal yang baru disana”
Jacob, :”Kau tidak usah memberitahuku. Aku
sudah belajar lebih banyak mengenai dunia”
Alice, :”Jacob, kau sudah dikendalikan oleh perangai jahatmu”
Jacob, :”hentikan semua harapan dan ocehanmu,
telan sesendok gula, dan kau bisa bersikap manis dan menjadi teman yang lebih
menyenangkan. Pergilah!” (berkata dengan kasar)
Alice, :”Hei Jacob. Hati-hatilah! Dan jangan
mengambil resiko”(menasehati Jacob kemudian pergi)
....................
Alice kemudian
menemui Grey, dan setelah sampai ia berbicara akrab dengannya.
Gray, :”Alice, ternyata Ayahku meninggal
karena serangan jantung mendadak dan bukan karena gunting rumput Nadine”
Alice, :”Oh, sabar ya. Grey, Nadine dan
Jacob sudah mengalami hal yang mengerikan mereka tidak bisa disalahkan” (Alice
meyakinkan)
Gray, :”Ya, kita harus mempersiapkan awal
yang baru Di American Musical Collage School, mereka lebih memilih mem-bully daripada di-bully disana. Mereka sangat
pintar—Nadine dan Jacob”
Alice, :” Berikan mereka kesempatan yang
adil. Kita baru mulai, dan tidak bisa berhenti di awal”
Grey, :”Tapi kau tak bisa berharap ia
berhasil melewatinya sebagai malaikat putih bersih. Beri ia waktu”
Alice, satu-satunya orang yang
cukup berani untuk menawarinya awal yang baru. Dan ia mampu, tak sia-sia kerja
kerasnya. Nadine dan Jacob, mereka sudah mempelajari pengendalian dan
kesenangan diri, dan ia sudah mengenal aturan, ia sudah bisa bersikap
terhormat, tenang, dan memiliki toleransi filosofis. Ia tak lagi hidup dalam
lingkungan penuh bahaya.
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Alice, Nadine, Jacob dan Grey pun
masuk American Musical Collage School yang mereka idam-idamkan. Hanya dengan
kebersamaan.